Halaman

Selasa, 26 Juni 2012

PENJARINGAN DAN SELEKSI KARYA-KARYA SENI PILIHAN

PENJARINGAN DAN SELEKSI
KARYA-KARYA SENI PILIHAN
(Seni Pertunjukan, Seni Rupa, Media Rekam, Sastra)

A.    PENGANTAR

JAWA TIMUR BICARA , merupakan tema dari program Dewan Kesenian Provinsi Jawa Timur Tahun 2012, dalam mendorong dan memfasilitasi lahirnya karya-karya seniman Jawa Timur yang punya kebaruan dalam konsep dan visualisasinya.
Sudah lama seniman Jawa Timur Tidak melahirkan karya- karya yang dinilai fenomenal, karya yang membumi dengan persoalan-persoalan mutakhir  yang mengedepankan  kekayaan  budaya  Jawa Timur. Oleh karenanya, dalam JAWA TIMUR BICARA, Dewan Kesenian Provinsi Jawa Timur dengan mengikut sertakan beberapa orang yang  selama ini dipandang  sangat intens  dalam mengamati, mendiskusikan dan mau berbuat untuk perkembangan karya-karya seniman  yang punya nilai KEBARUAN , untuk menjadi kurator pada Seni pertunjukan ( Musik, Tari, Teater ), Audio Visual dan Seni Rupa, dan menjadi Juri Pada karya sastra. Karya- karya ini kami namakan sebagai KARYA PILIHAN.
Tahun 2012 adalah awal dari pelaksanaan JAWA TIMUR BICARA melalui KARYA-KARYA PILIHAN para seniman Kreator  Jawa Timur yang sangat  memiliki potensi untuk melahirkan karya-karya  yang akan menjadi fenomenal.

Kamis, 21 Juni 2012

PENYUTRADARAAN

(Sebuah Pemberontakan Tiada Akhir) 
Oleh : R Giryadi 
Disampaikan untuk pelatihan
penyutradaaraan Teater Roda
Unisda Lamongan, 
12 April 2009


I. Prolog
Saya pernah mendapat ‘protes’ dari teman seprofesi di teater saat diskusi pementasan Setan dalam Bahaya (29/1/2005) karya Tawfiq Al-Hakim yang saya sutradarai. Menurut teman saya, mengapa saya tidak melakukan pembongkaran naskah itu, menjadi sebentuk nilai (lain) yang  ditawarkan pada penonton. Karena menurut teman saya itu, dia sudah berkali-kali menonton garapan Setan Dalam Bahaya dengan bentuk yang sama, yaitu meja, buku, dan tiga actor yang menghuni sebuah ruangan yang mirip ruang belajar.

Rabu, 20 Juni 2012

Percakapan dari Dalam Kulkas

Melihat Peradaban Baru dari Sumenep
Oleh: R Giryadi

Peradaban  yang  modern  menghasilkan kehidupan baru yang maju berkat ilmu pengetahuan dan teknologi. Tetapi  di  pihak  lain juga  mengakibatkan  kesengsaraan  dan penderitaan yang besar. Kapitalisme  menimbulkan  kesengsaraan  bagi  para  buruh  dan petani,  sedangkan  imperialisme  dan kolonialisme menyebabkan penderitaan yang parah  sekali  bagi  bangsa-bangsa  Asia  dan Afrika.
Karena itu terjadi reaksi terhadap kapitalisme berupa komunisme yang juga didasarkan materialisme dan yang  kemudian menyebabkan  Revolusi  Komunis  di  Rusia.  Reaksi  yang tidak se-ekstrim komunisme  adalah  sosialisme  yang  memperjuangkan kehidupan   yang  lebih  baik  bagi  kaum  buruh  dan  petani. Imperialisme dan  kolonialisme  mengakibatkan  persaingan  dan pertentangan   antara   bangsa-bangsa   Eropa   sendiri,   dan menimbulkan perang besar.

Zombi Teater dan Mental Pemangku Kesenian

Esai ini saya teruntukan mbak Ratna Sarumpaet dan mas Radar Panca Dahana  yang sedang berpolemik, di koran Kompas, medio Desember 2005. Tetapi esai ini tidak pernah dipublikasikan oleh Kompas.
Oleh : R Giryadi

Sudah menjadi tabiat pejabat di negeri ini, ketika mendapat kritik dari pihak lain (meski kritik itu konstruktif), serta merta akan melakukan penolakan, dengan tanpa memberikan argument yang lebih menarik dari para pengkritik. Hal ini sungguh menjadi fenomena yang cukup menarik, ketika Indonesia sedang belajar demokrasi.
Fenomena itu tidak hanya terjadi dalam ranah kekuasaan politik saja, tetapi (ternyata) juga telah menghinggapi pejabat kesenian kita. Ini sungguh ironi yang terus patut dipertanyakan. Sudah siapkah pejabat kesenian bersikap lebih arif dari para pejabat pemerintah yang anti kritik itu?